Tampilkan postingan dengan label Kliping berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kliping berita. Tampilkan semua postingan

Menjangan di TN Sebangau

Satwa menjangan (rusa ukuran besar) masih banyak hidup di Taman Nasional (TN) Sebangau, Kalimantan Tengah. Menjangan itu jadi satwa buruan masyarakat setempat sebagai sumber protein hewani.

Tanduk dan tulang tengkoraknya juga laku dijual. Seorang ibu penjual kerangka tengkorak kepala menjangan lengkap dengan tanduknya, di Desa Gohong, Kabupaten Pulang Pisau, Jumat, membenarkan hal itu.

"Lihat saja ini," kata ibu tua itu, seraya menunjuk lima tengkorak menjangan lengkap dengan tanduk yang dipajang di muka rumahnya untuk dijual.

Tengkorak bertanduk itu hasil buruan masyarakat setempat karena TN Sebangau tak jauh dari tempat tinggal mereka. Harga daging menjangan antara Rp50.000 dan Rp60.000 perkilogram.

Sementara kerangka tengkorak menjangan bersama tanduk tersebut dijual sekitar Rp200.000. Yang unik, tanduk bercabang ganjil minimal tiga, harganya lebih mahal ketimbang yang genap. kutipan berita Antara News 3 Agustus 2012 lihat : di sini


Salinan Siaran Pers


SALINAN
SIARAN PERS
NO. S.407/PIK-2/2010

TAMAN NASIONAL SEBANGAU KEMBANGKAN PARIWISATA ALAM

Dalam upaya mengembangkan kawasan konservasi terutama Taman Nasional Sebangau sebagai obyek wisata alam di Provinsi Kalimantan Tengah, Pusat Informasi Kehutanan bekerjasama dengan Balai Taman Nasional Sebangau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyelenggarakan Seminar pengembangan pariwisata alam di Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal 5 Agustus 2010.

Taman Nasional Sebangau, merupakan salah satu asset kepariwisataan alam Kalimantan Tengah, yang sangat potensial dikembangkan karena : 1) telah dikenal masyarakat dunia sebagai salah satu habitat orangutan dan simpanan karbon dunia, serta mempunyai daya tarik alam liar yang menakjubkan; 2) letak yang strategis, mudah dijangkau, dekat dengan bandar udara; 3) dekat dengan potensi pariwisata lain yang telah dikenal seperti TN Tanjung Puting, Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng serta lain-lainnya.

Potensi kawasan konservasi untuk tujuan pariwisata alam di Kalimantan Tengah cukup besar, namun belum dioptimalkan pemanfaatannya sesuai dengan fungsi, potensi dan keunggulan komparatif dari masing-masing kawasan konservasi; dan belum menjadi sebuah keterkaitan destinasi dengan tujuan wisata lainnya di Kalimantan Tengah.

Tujuan diselenggarakannya Seminar Pengembangan Ekowisata TN Sebangau ini adalah:

Untuk membangun sinergi antara berbagai pihak terkait dalam rangka terwujudnya kawasan Taman Nasional Sebangau sebagai Pintu Gerbang Ekowisata di Kalimantan Tengah.
Menginisiasi pembentukan Forum Pariwisata Daerah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai wadah komunikasi antar stakeholders yang terkait dengan kepariwisataan.
Terwujudnya jejaring kepariwisataan khususnya pariwisata alam diantara simpul-simpul wisata yang sudah ada.

Seminar ini menyepakati pembentukan Forum Koordinasi Pariwisata Daerah Kalimantan Tengah yang akan ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. Unsur-unsur yang akan masuk dalam Forum Koordinasi Pariwisata Daerah adalah : SKPD terkait (18 SKPD), DPRD, imigrasi, Polri, UPT Kementerian Kehutanan, Biro Perjalanan, Asosiasi Perhotelan, Maskapai Penerbangan, Tenaga Ahli Bidang Pariwisata, Akademisi, LSM terkait, Media, pihak swasta, tokoh dan kelompok masyarakat.

Forum Koordinasi Pariwisata Daerah akan menjadi wadah komunikasi, koordinasi, konsultasi, dan pembinaan dalam rangka pengembangan wisata, khususnya wisata alam di Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk mewujudkan jejaring wisata alam Provinsi Kalimantan Tengah.
lihat : di sini

PEMBANTAIAN 750 ORANGUTAN

Orangutan menemui nasib tragis di desa-desa di Kalimantan, di wilayah Republik Indonesia. Setidaknya 750 ekor Pongo pygmaeus dibantai oleh warga dalam waktu yang lama.

Sebagian Orangutan dibunuh demi rangkanya, ada juga warga yang mengincar daging hewan itu.

Kabar memprihatinkan ini kali pertama dimuat dalam pemberitaan harian lokal di Kaltim. Pembantaian itu diduga berlangsung sekitar tahun 2009-2010 lalu, di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

Kini, pembantaian orangutan kini bukan hanya isu Indonesia, tapi juga jadi perhatian dunia. Sejumlah media internasional memberitakan kasus ini.

Washington Post pada Senin 14 November 2011 memberitakan tentang sebuah survei yang dilakukan terkait Orangutan.Erik Meijaard, penulis utama laporan survei yang dimuat jurnal PLoSOne mengatakan, ia yakin pembantaian menunjukkan Orangutan menghadapi ancaman serius, lebih gawat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Indonesia adalah rumah bagi 90 persen spesies Orangutan. Sekitar 50 ribu sampai 60 ribu hewan itu tinggal di hutan rimba. Namun akibat pembabatan hutan untuk perkebunan kayu bahan kertas, atau kelapa sawit, Orangutan berkonflik dengan manusia.

Sementara, Nature Conservancy dan sejumlah organisasi lain mewawancarai sedikitnya 7.000 warga di 687 desa untuk mengetahui alasan mereka membunuh orangutan.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Dia tak ingin generasi mendatang mendapat cerita mengenai kepunahan sejumlah spesies karena hutan terbabat habis.

"Saya tidak ingin nanti menjelaskan kepada cucu saya, Almira (Tunggadewi), bahwa kita tidak bisa melestarikan hutan," kata Presiden SBY dalam pidato konferensi internasional mengenai hutan di Jakarta, Selasa 27 September 2011.
Menurut dia, hutan bukan saja penyaring udara tetapi juga menjaga keanekaragaman hayati. "Keajaiban dunia hewan seperti harimau Sumatra, badak dan orangutan," kata Yudhoyono.
Sumber : Vivanews

Kemasan Boneka Barbie Rusak Hutan Indonesia (Greenpeace)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Greenpeace mengumumkan hasil investigasi yang mengejutkan. Barbie, boneka mainan paling terkenal di dunia, terbukti terkait dengan perusakan hutan hujan. Kemasan yang digunakan oleh boneka ini ternyata menggunakan bahan baku yang berasal dari hutan Indonesia yang menjadi rumah dari spesies langka seperti Harimau Sumatra.

Menggunakan uji forensik, para peneliti Greenpeace menemukan bahwa kemasan Barbie berasal dari perusakan hutan Indonesia. Selain uji forensik, peneliti Greenpeace juga melakukan investigasi lapangan langsung, pemetaan data dan menelusuri sertifikat perusahaan untuk menguatkan bukti bahwa Mattel, pembuat Barbie, juga perusahaan-perusahaan mainan besar lain termasuk Disney, menggunakan kemasan yang diproduksi oleh Asia Pulp and Paper (APP). "Sudah seringkali APP terungkap melakukan aktivitas perusakan hutan Indonesia untuk membuat produk seperti kemasan ini. Barbie merusak hutan alam dan menyebabkan satwa langka seperti harimau ke arah kepunahan. Ini terjadi karena kemasan Barbie berasal dari perusakan hutan di Indonesia yang menjadi rumah bagi satwa langka seperti harimau sumatera," ujar Bustar Maitar, Kepala Kampanye Hutan Indonesia Greenpeace dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Selasa (8/6/2011).

Bustar menyatakan Mattel, perusahaan pembuat Barbie, harus berhenti membungkus mainan paling terkenal di dunia ini dengan bahan yang berasal dari perusakan hutan. Ia mendesak agar Mattel berhenti membeli kemasan dari APP, yang sudah terkenal sebagai perusak hutan.

“APP adalah kabar buruk bagi hutan Indonesia. Perusahaan ini memperlakukan Indonesia tidak lebih sebagai tempat pengerukan sumberdaya yang dengan mudah dihabiskan, merampas hutan yang sangat penting bagi masyarakat lokal. Mattel dan perusahaan mainan lain seperti Disney, mempunyai tanggung jawab untuk mendukung pembangunan bersih dan rendah karbon. Mereka harus menghentikan hubungan dengan APP sekarang juga dan beralih kepada produsen produsen kertas Indonesia lain yang lebih bertanggung jawab,” jelas Bustar.

Atas hasil investigasinya tersebut, sejumlah aktivis Greenpeace di Los Angeles berjas tuxedo menyerupai Ken, kekasih Barbie, membentangkan spanduk raksasa di Kantor Pusat Mattel bertuliskan “Barbie: Kita Putus. Aku Tak Sudi Memiliki Kekasih yang Terlibat Deforestasi”. Demonstrasi tersebut menandai diluncurkannya kampanye Greenpeace secara global untuk menghentikan industri mainan menjadi penyebab perusakan hutan di Indonesia.

Indonesia di mata Green Peace adalah satu di antaranegara dengan laju deforestasi tercepat di dunia. Diperkirakan lebih dari satu juta hektar hutan dihancurkan setiap tahunnya. Meski pemerintah baru-baru ini telah mengumukan moratorium (penghentian sementara) pemberian ijin baru perusakan hutan, data memperlihatkan bahwa moratorium ini tidak bisa melindungi 45 juta hektar hutan alam dan lahan gambut.

“Greenpeace menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk mengkonkritkan upaya yang lebih kuat untuk melindungi hutan alam dan lahan gambut Indonesia yang masih tersisa – termasuk di hutan yang izin konsesinya telah diberikan. Hal ini hendaknya diikuti dengan pengkajian ulang semua ijin konsesi yang telah diberikan untuk memastikan apakah konsesi itu diperoleh sesuai dengan hukum Indonesia atau tidak. Saat ini, hutan, lahan gambut dan satwa yang hidup di dalamnya terus dihancurkan oleh perusahaan seperti APP.” demikian Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara menambahkan. yahoo.com

Ramalan Kiamat Meleset

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK - Media di Amerika Serikat melaporkan Harold Camping tidak terlihat sejak prediksi kiamat yang dia siarkan itu ternyata salah. Kontak telepon dan e-mail ke Family Radio milik Harold Camping tidak dijawab. Dia memprediksikan kiamat terjadi pada Sabtu (21/5) tepat pukul 18.00 di berbagai zona waktu di belahan dunia.

Koran The Washington Post melaporkan layanan telepon untuk mencegah aksi bunuh diri dibuka untuk mengantisipasi kemungkinan orang-orang yang percaya dengan ramalan tersebut mengalami depresi setelah ramalan kiamat tidak menjadi kenyataan. Sekelompok warga dari Gereja Injil Calvary di Milpitas, California, mengadakan misa pagi untuk menghibur orang-orang yang percaya dengan isi khutbah Harold Camping.

''Kami hadir di sini sebab kami peduli kepada orang-orang ini,'' tuliskoran New York Times mengutip James Bynum yang merupakan salah seorang pemuka gereja.

Namun, banyak warga Kristen menepis pandangan Camping. Sebagian bahkan menggambarkan dia sebagai ''nabi palsu''.

Sebagian kalangan atheis berpesta untuk merayakan melesetnya ramalan kiamat. Sedangkan, sekelompok orang yang tidak percaya berkumpul di luar markas Family Radio International milik Harold Camping di kawasan Oakland, California, ketika tenggat waktu ramalan berlalu.

''Ini mungkin salah satu hal sedih yang saya pernah baca, kabar bahwa ada anak-anak di luar sana yang orang tuanya menghabiskan dana tabungan kuliah dan menjual rumah mereka,'' kata seorang wanita kepada BBC.

Camping mengatakan dia tahu tanpa secuil keraguan pun bahwa hari kiamat akan tiba. Dia menyatakan tidak ada rencangan cadangan.

Dia sudah pernah meramalkan kiamat pada tahun 1994. Para pengikutnya belakangan menyatakan ramalan itu hanya mengacu tahap antara.

Kepunahan Global

Liputan6.com,Los Angeles: Menurut sebuah penelitian baru-baru ini, tingkat kepunahan global mencapai 160 persen atau sudah melewati batas. Beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian juga memprediksi bahwa perusakan habitat akan meningkat dari 20 persen hingga 50 persen untuk semua spesies di Bumi dalam 500 tahun.


Berdasarkan penelitian Stephen Hubbell, ekolog Universitas California, Los Angeles, banyak spesies yang hampir punah, meskipun hal tersebut tidak akan secepat yang dikhawatirkan. "Kabar baiknya adalah kita masih punya banyak waktu untuk bisa menyelamatkan beberapa spesies," kata Hubbell. Kabar buruknya, tegas Hubbell, adalah hilangnya berbagai habitat di abad 21 seperti cagar alam yang dapat mempercepat kepunahan ini.



Tidak ada bukti atau metode langsung yang dapat menunjukan tingkat kepunahan, jadi kebanyakan ilmuwan menggunakan metode tidak langsung untuk memperkirakan kecepatan punahnya flora dan fauna.



Metode tersebut mengkalkulasi tingkat spesies baru yang ditemukan ketika lokasi habitat baru ditemukan, yang disebut species-area relationship (SAR), berbanding terbalik dengan kurva prediksi jumlah spesies yang akan punah di lokasi habitat yang rusak dengan luas yang sama.



Menurut Hubbell metode tersebut kurang tepat, karena lahan yang hilang lebih banyak dibandingkan dengan penemuan spesies barunya. Oleh karena itu, hanya satu jenis spesies yang harus ditemukan di area yang dianggap sebagai lokasi populasi baru.(NationalGeographic/ADO)

PEJUANG ATAU PENJAHAT...???

Osama bin Laden telah menyiapkan wasiat untuk keluarganya. Salah satunya, memerintahkan istri-istrinya untuk tidak menikah lagi. Ironisnya, kepada anak dan cucunya, gembong teroris al-Qaeda itu justru meminta mereka untuk tidak bergabung dengan al-Qaeda.
“Kepadamu anak-anakku, aku meminta maaf karena hanya memiliki sedikit waktu untuk kalian, dan menghabiskan waktu untuk berjihad,” demikian cuplikan wasiat Osama. Seperti dilansir The Telegraph, wasiat Osama terdiri dari empat lembar dokumen.
Surat wasiat itu dipublikasikan di sebuah surat kabar Kuwait. Wasiat itu sama sekali tak menyinggung tentang harta kepemilikan, meskipun Osama diyakini mewarisi kekayaan £18 juta dari ayahnya yang merupakan pengusaha konstruksi besar di Arab Saudi.

Wasiat Osama kepada ke-24 anaknya untuk tidak mengikuti jejaknya berjihad, memuat kutipan dari sebuah hadits Islam yang mengatakan bahwa Umar bin Khattab, penerus pemimpin umat Islam Nabi Muhammad, juga meninggalkan wasiat tertulis kepada putranya, Abdullah, untuk tidak melancarkan perang suci.

Sementara itu, keempat istri Osama diperintahkan untuk tidak mencari suami baru dan menikah lagi. Mereka berempat diminta untuk fokus membesarkan anak-anak mereka. “Jangan berpikir tentang menikah lagi, dan baktikan diri kalian untuk anak-anak kalian, untuk mengawal mereka ke arah yang benar,” kata Osama dalam surat wasiatnya.

Surat wasiat itu ditandatangani oleh “Saudara kalian, Abu Abdullah Osama Muhammad Bin Laden.” Wasiat itu dikatakan bertanggal 14 Desember 2001, beberapa bulan setelah tragedi 11 September. Saat itu, intelijen AS berhasil menemukan transmisi radio Osama di Tora Bora – kawasan perbukitan dengan gua-gua di perbatasan Afganistan-Pakistan yang pernah menjadi tempat persembunyian Osama dari kejaran militer AS.

The Washington Post sempat melaporkan pada tahun 2002, wasiat Osama itu telah beredar di kalangan orang-orang Arab. Namun ketika itu al-Qaeda menyatakan bahwa dokumen itu palsu. Meski demikian, pihak intelijen Barat menanggapi dokumen wasiat itu dengan serius.

Surat kabar Spanyol La Vanguardia melaporkan, Osama meyakini bahwa suatu saat nanti ia akan dikhianati oleh orang-orang di lingkaran dalamnya, dan ia akan masuk surga sebagai martir.



• VIVAnews

KASUS APA INTRIK....??

Hingga kini Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat masih memproses kasus Nazaruddin yang diduga terlibat dalam kasus suap Sesmenpora. Bila putusan DK keluar, Nazaruddin mau tidak mau harus menuruti keputusan tersebut.

"Keputusan DK tidak bisa dibantah, mau tidak mau harus dituruti semua anggota," terang juru bicara Demokrat Ruhut Poltak Sitompul saat dihubungi detikcom, Rabu (18/5/2011) malam.

Menurut Ruhut, bagi anggota Demokrat keputusan DK bersifat final tidak bisa dibanding lagi. Namun sebelum ada putusan dari DK, setiap anggota yang akan ditentukan nasibnya diberi hak untuk didengarkan keterangannya.

"DK itu untuk menilai kode etik anggota Demokrat, dan diisi oleh orang-orang yang arif dan bijaksana, jadi pasti adil," terangnya.

Mantan pengacara ini mengaku hingga saat ini belum ada keputusan mengenai nasib Nazaruddin oleh DK. Ruhut yang juga salah satu anggota Tim investigasi menyerahkan sepenuhnya kasus Nazaruddin kepada Dewan Kehormatan.

"Soal itu kita belum tahu, itu kewenangan DK. Nantilah kita tunggu saja seperti apa putusannya, tapi yang jelas apa yang disampaikan Kastorius kemarin itu tidak benar," imbuhnya.

Ketua DPP PD Kastorius Sinaga dalam pernyataannya yang diterima detikcom, Selasa (17/5) kemarin, mengatakan, dua opsi telah disiapkan oleh Dewan Kehormatan (DK) PD atas arahan Ketua Dewan Pembina untuk Nazaruddin, yaitu opsi pemecatan dan opsi pengunduran diri. Tak ada opsi lain yang disiapkan kecuali salah satu dari kedua ini.

Nazaruddin disebut-sebut terkait dugaan suap Wisma Atlet di Kemenpora. Mantan pengacara salah satu tersangka, Mindo Rosalina Manulang, yakni Kamarudin Simanjuntak, menyebut Nazaruddin adalah atasan Rosa dan terkait dalam kasus itu. Namun baik Rosa dan Nazaruddin membantah ada hubungan dan terkait kasus itu. Source : www.detiknews.com
Insanbertopeng'Design. Diberdayakan oleh Blogger.